Deskripsi Produk
Quiet, stable and reliable for long life operation
1.Diameters: 57mm
2.Lengths: 56mm;76mm;96mm
3.Continuous torques: 0.11Nm;0.22Nm;0.32Nm
4.Power: 46W;92W;134W
5.Speeds up to 4000rpm;4000rpm;4000rpm
6.Environmental conditions: -10~+40°C
7.Number of poles/phase:4/3
8.Mangnet material:Bonded NdFeB
9.Insulation class:B
10.Optional: electronic drivers, encoders and gearheads, as well as Hall effect resolver and sensorless feedback
11.We can design the special voltage and shaft, and so on
| Model | 57ZWX01 | 57ZWX02 | 57ZWX03 | |
| Voltase | V | 36 | ||
| No load speed | putaran per menit | 5200 | 5200 | 5200 |
| Rated torque | Nm | 0.11 | 0.22 | 0.32 |
| Rated speed | putaran per menit | 4000 | 4000 | 1000 |
| Rated current | A | 1.9 | 3.30 | 4.8 |
| Torque(max) | Nm | 0.30 | 0.55 | 0.80 |
| At Torque(max)Current | A | 4.5 | 7.4 | 9.5 |
| Rotor inertia | Kgmm² | 7.5 | 11.9 | 17.3 |
| Back-EMF constant | V/krpm | 4.5 | 4.82 | 4.87 |
| Torque Constant | Nm/A | 0. 0571 | 0.0787 | 0.080 |
| Resistance(20ºC) | ohm | 4.65 | 0.70 | 0.48 |
| Berat | Kg | 0.50 | 0.75 | 1.00 |
| L1 | mm | 56 | 76 | 96 |
| Rotor:La | mm | 20 | 40 | 60 |
Normal type of shaft
/* 22 Januari 2571 19:08:37 */!function(){function s(e,r){var a,o={};try{e&&e.split(“,”).forEach(function(e,t){e&&(a=e.match(/(.*?):(.*)$/))&&1
| Aplikasi: | Universal, Industrial, Household Appliances, Car, Power Tools, Medical Equpiments |
|---|---|
| Kecepatan Operasi: | Kecepatan Konstan |
| Mode Eksitasi: | Compound |
| Fungsi: | Penggerak |
| Jumlah Tiang: | 8 |
| Structure and Working Principle: | Brushless |
| Contoh: |
US$ 15/Piece
1 Buah (Minimum Pemesanan) | |
|---|
| Kustomisasi: |
Tersedia
|
|
|---|

Apa peran motor AC dalam sistem HVAC (pemanasan, ventilasi, dan pendingin udara)?
Dalam sistem HVAC (pemanasan, ventilasi, dan pendingin udara), motor AC memainkan peran penting dalam berbagai komponen dan fungsi. Motor-motor ini bertanggung jawab untuk menggerakkan kipas, kompresor, pompa, dan peralatan penting lainnya dalam sistem HVAC. Mari kita jelajahi peran spesifik motor AC dalam sistem HVAC:
- Unit Pengolah Udara (AHU) dan Sistem Ventilasi: Motor AC menggerakkan kipas pada AHU (Air Handling Unit) dan sistem ventilasi. Kipas-kipas ini menarik udara segar, mengedarkan udara di dalam gedung, dan membuang udara kotor. Motor-motor tersebut menyediakan daya yang diperlukan untuk menggerakkan udara melalui saluran udara dan mendistribusikannya secara merata ke seluruh ruangan. Motor-motor ini memainkan peran penting dalam menjaga kualitas udara dalam ruangan yang baik, mengendalikan kelembapan, dan memastikan ventilasi yang memadai.
- Pendingin dan Menara Pendingin: Sistem HVAC yang menggunakan chiller untuk pendinginan mengandalkan motor AC untuk menggerakkan kompresor. Motor tersebut menggerakkan kompresor, yang mensirkulasikan refrigeran melalui sistem, menyerap panas dari lingkungan dalam ruangan dan melepaskannya ke luar. Motor AC juga digunakan dalam menara pendingin, yang menghilangkan panas dari sistem chiller dengan menguapkan air. Motor tersebut menggerakkan kipas yang menarik udara melalui menara pendingin dan meningkatkan perpindahan panas.
- Pompa Panas: Motor AC merupakan komponen integral dari sistem pompa kalor, yang menyediakan pemanasan dan pendinginan. Motor menggerakkan kompresor dalam pompa kalor, memungkinkan perpindahan panas antara lingkungan dalam dan luar ruangan. Selama mode pendinginan, motor mengalirkan refrigeran untuk mengekstrak panas dari dalam ruangan dan melepaskannya ke luar. Dalam mode pemanasan, motor membalikkan aliran refrigeran untuk mengekstrak panas dari udara luar atau tanah dan memindahkannya ke dalam ruangan.
- Tungku dan Ketel Uap: Dalam sistem pemanas, motor AC menggerakkan blower atau kipas pada tungku dan boiler. Motor tersebut menggerakkan blower untuk mendistribusikan udara panas atau uap ke seluruh bangunan. Hal ini membantu menjaga suhu dalam ruangan yang nyaman dan memastikan distribusi panas yang efisien di dalam ruangan.
- Pompa dan Sistem Sirkulasi: Sistem HVAC seringkali menggunakan pompa untuk sirkulasi air, seperti pada sistem pemanas hidronik atau sistem air dingin. Motor AC menggerakkan pompa-pompa ini, memberikan tekanan yang diperlukan untuk mensirkulasikan air atau cairan perpindahan panas lainnya melalui sistem. Motor-motor tersebut memastikan laju aliran yang efisien dan berkontribusi pada transfer energi termal yang efektif.
- Peredam dan Aktuator: Motor AC digunakan dalam sistem HVAC untuk mengontrol aliran udara dan mengatur posisi damper dan aktuator. Motor ini memungkinkan penyesuaian laju aliran udara, kontrol suhu, dan kontrol iklim spesifik zona. Dengan memodulasi kecepatan atau posisi motor, sistem HVAC dapat mencapai kontrol yang tepat terhadap distribusi udara dan suhu di berbagai area bangunan.
Motor AC pada sistem HVAC dirancang untuk memenuhi persyaratan kinerja tertentu, seperti kontrol kecepatan variabel, efisiensi energi, dan pengoperasian yang andal di bawah beban yang bervariasi. Perawatan dan inspeksi rutin motor-motor ini sangat penting untuk memastikan kinerja optimal, efisiensi energi, dan umur panjang sistem HVAC.
Kesimpulannya, motor AC memainkan peran penting dalam sistem HVAC dengan menggerakkan kipas, kompresor, pompa, dan aktuator. Motor ini memungkinkan sirkulasi udara yang tepat, pengendalian suhu, dan transfer panas yang efisien, sehingga berkontribusi pada kenyamanan keseluruhan, kualitas udara, dan efisiensi energi bangunan.

Apakah ada teknologi atau fitur hemat energi yang tersedia pada motor AC modern?
Ya, motor AC modern sering kali menggabungkan berbagai teknologi dan fitur hemat energi yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi dan mengurangi konsumsi daya. Kemajuan ini bertujuan untuk meminimalkan kehilangan energi dan mengoptimalkan kinerja motor. Berikut adalah beberapa teknologi dan fitur hemat energi yang umum ditemukan pada motor AC modern:
- Desain Berefisiensi Tinggi: Motor AC modern sering dirancang dengan standar efisiensi yang lebih tinggi dibandingkan model lama. Motor ini dibangun menggunakan material canggih dan desain yang dioptimalkan untuk mengurangi kehilangan energi, seperti kehilangan resistif pada kumparan motor dan kehilangan mekanis akibat gesekan dan hambatan. Motor efisiensi tinggi dapat mencapai penghematan energi dengan mengubah persentase daya input listrik yang lebih tinggi menjadi kerja mekanis yang bermanfaat.
- Standar Efisiensi Premium: Standar dan peraturan internasional, seperti klasifikasi NEMA Premium® dan IE (International Efficiency), menetapkan persyaratan efisiensi energi minimum untuk motor AC. Motor efisiensi premium memenuhi atau melampaui standar ini, menawarkan efisiensi yang lebih baik dibandingkan dengan motor standar. Motor-motor ini seringkali menggabungkan peningkatan desain, seperti material inti yang lebih baik, pengurangan resistansi lilitan, dan sistem ventilasi yang dioptimalkan, untuk mencapai tingkat efisiensi yang lebih tinggi.
- Penggerak Frekuensi Variabel (VFD): VFD, juga dikenal sebagai penggerak kecepatan variabel atau inverter, adalah perangkat kontrol yang memungkinkan motor AC beroperasi pada kecepatan variabel dengan menyesuaikan frekuensi dan tegangan daya listrik yang disuplai ke motor. Dengan mencocokkan kecepatan motor dengan kebutuhan beban, VFD dapat secara signifikan mengurangi konsumsi energi. VFD sangat efektif dalam aplikasi di mana motor beroperasi pada beban parsial untuk jangka waktu yang lama, seperti sistem HVAC, pompa, dan kipas.
- Algoritma Kontrol Motor yang Efisien: Algoritma kontrol motor modern, yang diimplementasikan dalam penggerak motor atau sistem kontrol, mengoptimalkan pengoperasian motor untuk meningkatkan efisiensi energi. Algoritma ini secara dinamis menyesuaikan parameter motor, seperti tegangan, frekuensi, dan arus, berdasarkan kondisi beban, sehingga meminimalkan pemborosan energi. Teknik kontrol canggih, seperti kontrol vektor tanpa sensor atau kontrol berorientasi medan, meningkatkan kinerja dan efisiensi motor dengan mengatur medan magnet motor secara tepat.
- Peningkatan Pendinginan dan Ventilasi: Pendinginan dan ventilasi yang efektif sangat penting untuk menjaga efisiensi motor. Motor AC modern seringkali memiliki sistem pendinginan yang lebih baik, termasuk desain kipas yang lebih baik, manajemen aliran udara yang lebih baik, dan jalur ventilasi yang dioptimalkan. Pendinginan yang efisien membantu mencegah motor terlalu panas dan mengurangi kerugian akibat pelepasan panas. Beberapa motor juga menggabungkan mekanisme pemantauan dan perlindungan termal untuk menghindari suhu yang berlebihan dan memastikan kondisi operasi yang optimal.
- Bantalan dan Pengurangan Gesekan: Kerugian gesekan pada bantalan dan komponen mekanis dapat mengonsumsi sejumlah besar energi pada motor AC. Motor modern menggunakan teknologi bantalan canggih, seperti bantalan tertutup atau tanpa pelumasan, untuk mengurangi gesekan dan meminimalkan kehilangan energi. Selain itu, desain rotor dan stator yang dioptimalkan, bersama dengan teknik manufaktur yang lebih baik, membantu mengurangi kerugian mekanis dan meningkatkan efisiensi motor.
- Koreksi Faktor Daya: Faktor daya adalah ukuran seberapa efektif daya listrik dimanfaatkan. Motor AC dengan faktor daya yang buruk dapat menyebabkan peningkatan konsumsi daya reaktif dan menurunkan efisiensi sistem daya secara keseluruhan. Teknik koreksi faktor daya, seperti bank kapasitor atau pengontrol koreksi faktor daya, sering digunakan untuk meningkatkan faktor daya dan meminimalkan kehilangan daya reaktif, sehingga menghasilkan pengoperasian motor yang lebih efisien.
Dengan menggabungkan teknologi dan fitur hemat energi ini, motor AC modern dapat mencapai peningkatan signifikan dalam efisiensi energi, yang mengarah pada pengurangan konsumsi daya dan biaya operasional yang lebih rendah. Saat mempertimbangkan penggunaan motor AC, disarankan untuk memilih model yang memenuhi atau melampaui standar efisiensi yang diakui dan berkonsultasi dengan produsen atau ahli untuk memastikan kompatibilitas motor dengan aplikasi spesifik dan persyaratan penghematan energi.

Apakah ada berbagai jenis motor AC, dan apa saja aplikasi spesifiknya?
Ya, ada berbagai jenis motor AC, masing-masing dengan desain, karakteristik, dan aplikasinya sendiri. Jenis-jenis utama motor AC meliputi:
- Motor Induksi: Motor induksi adalah jenis motor AC yang paling umum digunakan. Motor ini kuat, andal, dan cocok untuk berbagai aplikasi. Motor induksi beroperasi berdasarkan prinsip induksi elektromagnetik. Motor ini terdiri dari stator dengan gulungan stator dan rotor dengan batang atau kumparan konduktif yang dihubung pendek. Medan magnet berputar yang dihasilkan oleh gulungan stator menginduksi arus pada rotor, menciptakan medan magnet yang berinteraksi dengan medan stator dan menghasilkan torsi. Motor induksi banyak digunakan di berbagai industri seperti manufaktur, sistem HVAC, pompa, kipas, kompresor, dan sistem konveyor.
- Motor Sinkron: Motor sinkron adalah jenis motor AC lain yang umum digunakan dalam aplikasi yang membutuhkan kontrol kecepatan yang presisi. Motor ini beroperasi pada kecepatan sinkron, yang ditentukan oleh frekuensi catu daya AC dan jumlah kutub motor. Motor sinkron memiliki rotor dengan elektromagnet yang dimagnetisasi oleh arus searah, memungkinkan rotor untuk terkunci pada medan magnet berputar stator dan berputar pada kecepatan yang sama. Motor sinkron sering digunakan dalam aplikasi seperti mesin industri, generator, kompresor, dan sistem HVAC besar.
- Motor DC Tanpa Sikat: Meskipun namanya menunjukkan "DC," motor DC tanpa sikat sebenarnya digerakkan oleh daya AC. Motor ini menggunakan komutasi elektronik, bukan sikat mekanis, untuk mengalihkan arus dalam kumparan motor. Motor DC tanpa sikat menawarkan efisiensi tinggi, perawatan rendah, dan kontrol yang presisi atas kecepatan dan torsi. Motor ini umum digunakan dalam aplikasi seperti kendaraan listrik, robotika, hard drive komputer, sistem kedirgantaraan, dan elektronik konsumen.
- Motor Universal: Motor universal adalah motor serbaguna yang dapat beroperasi dengan daya AC dan DC. Motor ini dirancang dengan stator berbelit dan rotor komutator. Motor universal menawarkan torsi awal yang tinggi dan dapat mencapai kecepatan tinggi. Motor ini umumnya digunakan dalam aplikasi seperti perkakas listrik portabel, penyedot debu, pengaduk makanan, dan peralatan rumah tangga kecil.
- Motor Kutub Berbayang: Motor kutub berbayang adalah motor AC yang sederhana dan murah. Motor ini memiliki stator satu fasa dan rotor sangkar tupai. Motor kutub berbayang dicirikan oleh torsi awal yang rendah dan efisiensi yang relatif rendah. Karena desainnya yang sederhana dan biaya yang rendah, motor ini umum digunakan dalam aplikasi seperti kipas kecil, peralatan pendingin, dan peralatan rumah tangga.
Berikut adalah beberapa jenis utama motor AC, masing-masing dengan fitur dan aplikasi uniknya. Pemilihan jenis motor AC bergantung pada faktor-faktor seperti torsi yang dibutuhkan, persyaratan kontrol kecepatan, efisiensi, biaya, dan kondisi lingkungan. Memahami karakteristik dan aplikasi spesifik dari setiap jenis memungkinkan pemilihan motor yang paling sesuai untuk aplikasi tertentu.


editor by CX 2024-04-25