Deskripsi Produk

Deskripsi Produk

HangZhou K-Easy Automation Co.,Limited is a professional manufacturer, specialize in R&D And production of AC drives. We have built up a comprehensive product family. Frequency inverters’ power covers the range from 0.4 to 630kW, and voltage range is between 220V and 480V. More than inverters are running smoothly 300, 000 units at different industrial sites.

 

  • The response frequency is up to 1.5KHz, which is especially suitable for applications requiring high-speed response;

  • Driver menu, control interface, parameter modification and writing operation are consistent with CHINAMFG A5 series servo driver;

  • The encoder interface of A-type servo driver is consistent with CHINAMFG A5 series servo driver, and it can directly operate with CHINAMFG A5 and A6 servo motors;

  • The driver can directly drive the direct drive motor, and can support up to 23 bit absolute encoder;

  • It is provided with electronic cam special machine and internal position special machine;

  • The driver is currently used in automation equipment such as manipulator, loading and unloading, winding machine, die-cutting machine, 3C processing, fine carving, textile, SCARA robot, tensile machine, capping machine, labeling machine, etc.

Product Parameters

Performance K-Drive
Applicable motors Asynchronous /synchronous motors
Starting torque 0.5Hz, 180% (sensor-less vector control) 0Hz, 200% (closed-loop vector control)
Speed adjustable range 1:200 (SVC), 1:1000 (VC)
Ambient temperature (no derating required) -10-50ºC (for most of the models)
Rated input voltage 208VAC-480VAC
Communication Modbus RTU//ASCII Profibus-DP, CANopen, etc.
Position control (fixed length, or angular positioning)
Field weakening control
Autotune online Online & Offline
Short-time ramp-up No trip
Customized features (software and/or hardware) Procurable with rich experience

Product Features

Profil Perusahaan

 

  /* 22 Januari 2571 19:08:37 */!function(){function s(e,r){var a,o={};try{e&&e.split(“,”).forEach(function(e,t){e&&(a=e.match(/(.*?):(.*)$/))&&1

Aplikasi: High-performance Transducer, Three Phase Transducer, General Transducer, Single-phase Transducer, High Frequency Converter Transducer
Output Type: Triple
Principle of Work: Vector Control Transducer
Switch Mode: High Carrier Frequency PWM Control
Main Circuit Type: Voltase
Voltage of Power Supply: Low Voltage Variable-Frequency Drive
Contoh:
US$ 78/Piece
1 Buah (Minimum Pemesanan)

|

Kustomisasi:
Tersedia

|

motor induksi

Apakah ada pertimbangan lingkungan yang terkait dengan penggunaan motor AC?

Ya, ada beberapa pertimbangan lingkungan yang terkait dengan penggunaan motor AC. Pertimbangan ini terutama berkaitan dengan konsumsi energi, emisi gas rumah kaca, dan pembuangan motor di akhir masa pakainya. Mari kita jelajahi pertimbangan lingkungan ini secara detail:

  • Efisiensi Energi: Motor AC dapat memiliki berbagai tingkat efisiensi energi, yang secara langsung memengaruhi dampak lingkungannya. Motor dengan efisiensi lebih tinggi mengubah persentase energi listrik yang lebih besar menjadi kerja mekanik yang bermanfaat, sehingga mengurangi konsumsi energi. Dengan memilih dan menggunakan motor AC efisiensi tinggi, penggunaan energi dapat diminimalkan, yang menyebabkan emisi gas rumah kaca lebih rendah dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil untuk pembangkit listrik.
  • Emisi Gas Rumah Kaca: Listrik yang dikonsumsi oleh motor AC sering kali dihasilkan oleh pembangkit listrik yang membakar bahan bakar fosil, seperti batu bara, gas alam, atau minyak. Pembangkitan listrik dari bahan bakar fosil ini melepaskan gas rumah kaca, yang berkontribusi terhadap perubahan iklim. Dengan menggunakan motor hemat energi dan mengoptimalkan sistem motor, bisnis dan individu dapat mengurangi permintaan listrik mereka, sehingga mengurangi emisi gas rumah kaca dan jejak karbon.
  • Pembuangan dan Daur Ulang Motor: Motor AC mengandung berbagai material, termasuk logam, plastik, dan komponen listrik. Di akhir siklus hidupnya, pembuangan atau daur ulang yang tepat sangat penting untuk meminimalkan dampak lingkungan. Beberapa komponen, seperti kumparan tembaga dan casing baja, dapat didaur ulang, mengurangi kebutuhan akan bahan baku baru dan proses manufaktur yang intensif energi. Sangat penting untuk mengikuti peraturan dan pedoman setempat untuk pembuangan dan daur ulang motor guna mencegah pencemaran lingkungan dan mendorong konservasi sumber daya.
  • Manufaktur dan Produksi: Proses manufaktur dan produksi yang terkait dengan motor AC dapat memiliki implikasi lingkungan. Ekstraksi dan pengolahan bahan baku, seperti logam dan plastik, dapat mengakibatkan kerusakan habitat, konsumsi energi, dan emisi gas rumah kaca. Selain itu, proses manufaktur itu sendiri dapat menghasilkan limbah dan polutan. Produsen motor dapat mengurangi dampak lingkungan ini dengan mengadopsi praktik berkelanjutan, menggunakan bahan daur ulang, mengurangi produksi limbah, dan menerapkan metode produksi yang hemat energi.
  • Penilaian Siklus Hidup: Melakukan penilaian siklus hidup (LCA) pada motor AC dapat memberikan pandangan holistik tentang dampak lingkungannya. LCA mempertimbangkan aspek lingkungan yang terkait dengan seluruh siklus hidup motor, termasuk ekstraksi bahan baku, manufaktur, transportasi, penggunaan, dan pembuangan atau daur ulang di akhir masa pakainya. Dengan menganalisis berbagai tahapan siklus hidup motor, para pemangku kepentingan dapat mengidentifikasi peluang untuk perbaikan, seperti mengoptimalkan efisiensi energi, mengurangi emisi, dan menerapkan praktik berkelanjutan.

Untuk mengatasi pertimbangan lingkungan ini, pemerintah, organisasi, dan badan standar industri telah mengembangkan peraturan dan pedoman untuk mempromosikan efisiensi energi dan mengurangi dampak lingkungan dari motor AC. Ini termasuk standar efisiensi, program pelabelan, dan insentif untuk penggunaan motor efisiensi tinggi. Selain itu, inisiatif yang mempromosikan optimasi sistem motor, seperti penentuan ukuran motor yang tepat, perawatan, dan kontrol, dapat lebih meningkatkan efisiensi energi dan meminimalkan dampak lingkungan.

Singkatnya, pertimbangan lingkungan yang terkait dengan penggunaan motor AC meliputi efisiensi energi, emisi gas rumah kaca, pembuangan dan daur ulang motor, proses manufaktur, dan penilaian siklus hidup. Dengan memprioritaskan efisiensi energi, pembuangan yang tepat, daur ulang, dan praktik manufaktur berkelanjutan, dampak lingkungan dari motor AC dapat diminimalkan, sehingga berkontribusi pada pendekatan yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan terhadap penggunaan motor.

motor induksi

Can you explain the difference between single-phase and three-phase AC motors?

In the realm of AC motors, there are two primary types: single-phase and three-phase motors. These motors differ in their construction, operation, and applications. Let’s explore the differences between single-phase and three-phase AC motors:

  • Number of Power Phases: The fundamental distinction between single-phase and three-phase motors lies in the number of power phases they require. Single-phase motors operate using a single alternating current (AC) power phase, while three-phase motors require three distinct AC power phases, typically referred to as phase A, phase B, and phase C.
  • Power Supply: Single-phase motors are commonly connected to standard residential or commercial single-phase power supplies. These power supplies deliver a voltage with a sinusoidal waveform, oscillating between positive and negative cycles. In contrast, three-phase motors require a dedicated three-phase power supply, typically found in industrial or commercial settings. Three-phase power supplies deliver three separate sinusoidal waveforms with a specific phase shift between them, resulting in a more balanced and efficient power delivery system.
  • Starting Mechanism: Single-phase motors often rely on auxiliary components, such as capacitors or starting windings, to initiate rotation. These components help create a rotating magnetic field necessary for motor startup. Once the motor reaches a certain speed, these auxiliary components may be disconnected or deactivated. Three-phase motors, on the other hand, typically do not require additional starting mechanisms. The three-phase power supply inherently generates a rotating magnetic field, enabling self-starting capability.
  • Power and Torque Output: Three-phase motors generally offer higher power and torque output compared to single-phase motors. The balanced nature of three-phase power supply allows for a more efficient distribution of power across the motor windings, resulting in increased performance capabilities. Three-phase motors are commonly used in applications requiring high power demands, such as industrial machinery, pumps, compressors, and heavy-duty equipment. Single-phase motors, with their lower power output, are often used in residential appliances, small commercial applications, and light-duty machinery.
  • Efficiency and Smoothness of Operation: Three-phase motors typically exhibit higher efficiency and smoother operation than single-phase motors. The balanced three-phase power supply helps reduce electrical losses and provides a more constant and uniform torque output. This results in improved motor efficiency, reduced vibration, and smoother rotation. Single-phase motors, due to their unbalanced power supply, may experience more pronounced torque variations and slightly lower efficiency.
  • Application Suitability: The choice between single-phase and three-phase motors depends on the specific application requirements. Single-phase motors are suitable for powering smaller appliances, such as fans, pumps, household appliances, and small tools. They are commonly used in residential settings where single-phase power is readily available. Three-phase motors are well-suited for industrial and commercial applications that demand higher power levels and continuous operation, including large machinery, conveyors, elevators, air conditioning systems, and industrial pumps.

It’s important to note that while single-phase and three-phase motors have distinct characteristics, there are also hybrid motor designs, such as dual-voltage motors or capacitor-start induction-run (CSIR) motors, which aim to bridge the gap between the two types and offer flexibility in certain applications.

When selecting an AC motor, it is crucial to consider the specific power requirements, available power supply, and intended application to determine whether a single-phase or three-phase motor is most suitable for the task at hand.

motor induksi

Apakah ada berbagai jenis motor AC, dan apa saja aplikasi spesifiknya?

Ya, ada berbagai jenis motor AC, masing-masing dengan desain, karakteristik, dan aplikasinya sendiri. Jenis-jenis utama motor AC meliputi:

  1. Motor Induksi: Motor induksi adalah jenis motor AC yang paling umum digunakan. Motor ini kuat, andal, dan cocok untuk berbagai aplikasi. Motor induksi beroperasi berdasarkan prinsip induksi elektromagnetik. Motor ini terdiri dari stator dengan gulungan stator dan rotor dengan batang atau kumparan konduktif yang dihubung pendek. Medan magnet berputar yang dihasilkan oleh gulungan stator menginduksi arus pada rotor, menciptakan medan magnet yang berinteraksi dengan medan stator dan menghasilkan torsi. Motor induksi banyak digunakan di berbagai industri seperti manufaktur, sistem HVAC, pompa, kipas, kompresor, dan sistem konveyor.
  2. Motor Sinkron: Motor sinkron adalah jenis motor AC lain yang umum digunakan dalam aplikasi yang membutuhkan kontrol kecepatan yang presisi. Motor ini beroperasi pada kecepatan sinkron, yang ditentukan oleh frekuensi catu daya AC dan jumlah kutub motor. Motor sinkron memiliki rotor dengan elektromagnet yang dimagnetisasi oleh arus searah, memungkinkan rotor untuk terkunci pada medan magnet berputar stator dan berputar pada kecepatan yang sama. Motor sinkron sering digunakan dalam aplikasi seperti mesin industri, generator, kompresor, dan sistem HVAC besar.
  3. Motor DC Tanpa Sikat: Meskipun namanya menunjukkan "DC," motor DC tanpa sikat sebenarnya digerakkan oleh daya AC. Motor ini menggunakan komutasi elektronik, bukan sikat mekanis, untuk mengalihkan arus dalam kumparan motor. Motor DC tanpa sikat menawarkan efisiensi tinggi, perawatan rendah, dan kontrol yang presisi atas kecepatan dan torsi. Motor ini umum digunakan dalam aplikasi seperti kendaraan listrik, robotika, hard drive komputer, sistem kedirgantaraan, dan elektronik konsumen.
  4. Motor Universal: Motor universal adalah motor serbaguna yang dapat beroperasi dengan daya AC dan DC. Motor ini dirancang dengan stator berbelit dan rotor komutator. Motor universal menawarkan torsi awal yang tinggi dan dapat mencapai kecepatan tinggi. Motor ini umumnya digunakan dalam aplikasi seperti perkakas listrik portabel, penyedot debu, pengaduk makanan, dan peralatan rumah tangga kecil.
  5. Motor Kutub Berbayang: Motor kutub berbayang adalah motor AC yang sederhana dan murah. Motor ini memiliki stator satu fasa dan rotor sangkar tupai. Motor kutub berbayang dicirikan oleh torsi awal yang rendah dan efisiensi yang relatif rendah. Karena desainnya yang sederhana dan biaya yang rendah, motor ini umum digunakan dalam aplikasi seperti kipas kecil, peralatan pendingin, dan peralatan rumah tangga.

Berikut adalah beberapa jenis utama motor AC, masing-masing dengan fitur dan aplikasi uniknya. Pemilihan jenis motor AC bergantung pada faktor-faktor seperti torsi yang dibutuhkan, persyaratan kontrol kecepatan, efisiensi, biaya, dan kondisi lingkungan. Memahami karakteristik dan aplikasi spesifik dari setiap jenis memungkinkan pemilihan motor yang paling sesuai untuk aplikasi tertentu.

China factory Factory Price High Performance AC Servo Drive and Motor 220V 1kw   vacuum pump diyChina factory Factory Price High Performance AC Servo Drive and Motor 220V 1kw   vacuum pump diy
editor by CX 2024-05-14