Deskripsi Produk
| Brushless Servo Motor Series 60ST-M | |||||
| Spesifikasi | Unit | 60ST-M00630 | 60ST-M01330 | 60ST-M01930 | |
| Rated voltage | U | V | 220VAC -15%-+10% 50/60Hz (300VDC) | ||
| Rated output power | P out | W | 200 | 400 | 600 |
| Rated speed | n N | putaran per menit | 3000 | 3000 | 3000 |
| Rated current | I N | A | 1.27 | 2.5 | 3.73 |
| Rated torque | T N | N.m | 0.64 | 1.27 | 1.91 |
| Peak current | I P | A | 3.69 | 7.33 | 11 |
| Peak torque | T p | N.m | 1.91 | 3.82 | 5.73 |
| Rotor inertia | J | Kg.cm 2 | 0.17 | 0.3 | 0.44 |
| Encoder | CPR | 2500 | 2500 | 2500 | |
| IP Code | IP65 | IP65 | IP65 | ||
| Winding class | Class B Continuous | ||||
| Motor weight | Kg | 1 | 1.4 | 1.8 | |
| Remark | Motor are available with different winding and mechanical modification to meet specific applications. | ||||
| Lead-wires’ Spec To Encoder | |||||||||||||||
| Color | BLU | BLU | GRN | GRN | YLW | YLW | BRN | BRN | GRY | GRY | WHT | WHT | RED | BLK | Shield |
| /BLK | /BLK | /BLK | /BLK | /BLK | /BLK | ||||||||||
| Description | A+ | A- | B+ | B- | Z+ | Z- | U+ | U- | V+ | V- | W+ | W- | Vcc | GND | Shield |
| Plug Pin# | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 |
| To Motor | ||||
| Color | RED | YLW | BLU | YLW/GRN |
| Description | U | V | W | GND |
| Plug Pin# | 1 | 2 | 3 | 4 |
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
Q: How to order?
A: send us inquiry → receive our quotation → negotiate details → confirm the sample → sign contract/deposit → mass production → cargo ready → balance/delivery → further cooperation.
Q: How about Sample order?
A: Sample is available for you. please contact us for details.
Q: Which shipping way is avaliable?
A: DHL, UPS, FedEx, TNT, EMS, China Post,Sea are available.The other shipping ways are also available, please contact us if you need ship by the other shipping way.
Q: How long is the deliver?
A: Devliver time depends on the quantity you order. usually it takes 15-25 working days.
Q: My package has missing products. What can I do?
A: Please contact our support team and we will confirm your order with the package contents.We apologize for any inconveniences.
Q: How to confirm the payment?
A: We accept payment by T/T, PayPal, the other payment ways also could be accepted,Please contact us before you pay by the other payment ways. Also 30-50% deposit is available, the balance money should be paid before shipping. /* January 22, 2571 19:08:37 */!function(){function s(e,r){var a,o={};try{e&&e.split(“,”).forEach(function(e,t){e&&(a=e.match(/(.*?):(.*)$/))&&1
| Aplikasi: | Industri |
|---|---|
| Kecepatan: | Kecepatan Tinggi |
| Fungsi: | Penggerak |
| Perlindungan Casing: | Tipe Tertutup |
| Certification: | ISO9001, CCC, SGS |
| Brand: | Sunrise Motor |
| Contoh: |
US$ 115/Piece
1 Buah (Minimum Pemesanan) | |
|---|
| Kustomisasi: |
Tersedia
|
|
|---|

Faktor apa saja yang perlu dipertimbangkan saat memilih motor AC untuk aplikasi tertentu?
Saat memilih motor AC untuk aplikasi tertentu, beberapa faktor perlu dipertimbangkan untuk memastikan motor tersebut memenuhi persyaratan dan berkinerja optimal. Berikut adalah faktor-faktor utama yang perlu dipertimbangkan:
- Persyaratan Daya: Tentukan kebutuhan daya aplikasi, termasuk torsi dan kecepatan yang diperlukan. Motor harus memiliki daya keluaran yang memadai untuk memenuhi tuntutan tugas tertentu. Pertimbangkan faktor-faktor seperti torsi awal, torsi berjalan, dan rentang kecepatan untuk memastikan motor dapat menangani beban secara efektif.
- Jenis Motor: Terdapat berbagai jenis motor AC, termasuk motor induksi, motor sinkron, dan motor DC tanpa sikat. Setiap jenis memiliki karakteristik dan keunggulannya masing-masing. Pertimbangkan persyaratan aplikasi dan faktor-faktor seperti kontrol kecepatan, efisiensi, dan torsi awal untuk menentukan jenis motor yang paling sesuai.
- Kondisi Lingkungan: Evaluasilah kondisi lingkungan tempat motor akan beroperasi. Faktor-faktor seperti suhu, kelembapan, debu, dan tingkat getaran dapat memengaruhi kinerja dan umur pakai motor. Pilihlah motor yang dirancang untuk tahan terhadap kondisi lingkungan spesifik dari aplikasi tersebut.
- Batasan Ukuran dan Ruang: Pertimbangkan ruang yang tersedia untuk pemasangan motor. Pastikan dimensi fisik motor, termasuk panjang, diameter, dan susunan pemasangannya, sesuai dengan ruang yang tersedia. Selain itu, pertimbangkan berat motor jika perlu dipasang atau dipindahkan.
- Efisiensi: Efisiensi energi merupakan pertimbangan penting, karena dapat memengaruhi biaya operasional dan keberlanjutan lingkungan. Carilah motor dengan peringkat efisiensi tinggi, yang menunjukkan bahwa motor tersebut mengubah energi listrik menjadi energi mekanik dengan kehilangan energi minimal. Motor hemat energi dapat menghasilkan penghematan biaya dan mengurangi dampak lingkungan selama masa pakai motor.
- Persyaratan Kontrol dan Kecepatan: Tentukan apakah aplikasi tersebut memerlukan kontrol kecepatan yang presisi atau apakah motor dengan kecepatan tetap sudah cukup. Jika kontrol kecepatan variabel diperlukan, pertimbangkan motor yang dapat dikontrol dengan mudah menggunakan penggerak frekuensi variabel (VFD) atau mekanisme kontrol kecepatan lainnya. Untuk aplikasi yang memerlukan operasi kecepatan tinggi, pilih motor yang dapat mencapai rentang kecepatan yang diinginkan.
- Pemeliharaan dan Kemudahan Servis: Evaluasilah persyaratan perawatan dan kemudahan servis motor. Pertimbangkan faktor-faktor seperti aksesibilitas komponen motor, kemudahan perawatan, ketersediaan suku cadang, dan reputasi pabrikan dalam hal keandalan dan dukungan pelanggan. Motor yang mudah dirawat dan diservis dapat membantu meminimalkan waktu henti dan biaya perbaikan.
- Anggaran: Pertimbangkan batasan anggaran untuk pemilihan motor. Seimbangkan fitur dan kinerja yang diinginkan dengan anggaran yang tersedia. Dalam beberapa kasus, investasi pada motor yang lebih berkualitas dan efisien sejak awal dapat menghasilkan penghematan biaya jangka panjang karena pengurangan konsumsi energi dan kebutuhan perawatan.
Dengan mempertimbangkan faktor-faktor ini secara cermat, dimungkinkan untuk memilih motor AC yang sesuai dengan persyaratan spesifik aplikasi, sehingga memastikan kinerja, efisiensi, dan keandalan yang optimal.

Apa saja pertimbangan keselamatan saat bekerja dengan atau di sekitar motor AC?
Bekerja dengan atau di sekitar motor AC memerlukan perhatian cermat terhadap keselamatan untuk mencegah kecelakaan, cedera, dan bahaya listrik. Berikut beberapa pertimbangan keselamatan penting yang perlu diingat:
- Bahaya Listrik: Motor AC beroperasi pada sistem listrik tegangan tinggi, yang menimbulkan bahaya listrik yang signifikan. Sangat penting untuk mengikuti prosedur penguncian/penandaan yang tepat saat mengerjakan motor untuk memastikan bahwa motor tersebut telah dimatikan dan tidak dapat menyala secara tidak sengaja. Hanya personel yang berkualifikasi yang boleh melakukan pekerjaan listrik pada motor, dan mereka harus menggunakan peralatan pelindung diri (APD) yang sesuai, seperti sarung tangan berinsulasi, kacamata pengaman, dan pelindung percikan api, untuk melindungi diri mereka dari sengatan listrik dan insiden percikan api.
- Bahaya Mekanis: Motor AC sering menggerakkan peralatan mekanis, seperti pompa, kipas, atau konveyor, yang dapat menimbulkan bahaya mekanis. Saat bekerja pada atau di dekat motor, sangat penting untuk mewaspadai bagian yang berputar, sabuk, puli, atau kopling yang dapat menyebabkan cedera akibat terjepit atau tertindih. Pelindung dan penghalang keselamatan harus dipasang untuk mencegah kontak yang tidak disengaja dengan bagian yang bergerak, dan prinsip pengamanan mesin yang tepat harus diikuti. Prosedur penguncian/penandaan (lockout/tagout) juga harus diterapkan pada peralatan mekanis terkait untuk memastikan peralatan tersebut dimatikan dengan aman selama perawatan atau perbaikan.
- Bahaya Kebakaran dan Panas: Motor AC dapat menghasilkan panas selama beroperasi, dan dalam beberapa kasus, panas berlebih dapat menimbulkan bahaya kebakaran. Penting untuk memastikan bahwa motor memiliki ventilasi yang memadai untuk menghilangkan panas dan mencegah panas berlebih. Penutup motor dan sistem pendingin harus diperiksa secara berkala untuk memastikan fungsinya berjalan dengan baik. Selain itu, bahan yang mudah terbakar harus dijauhkan dari motor untuk mengurangi risiko kebakaran. Jika motor menunjukkan tanda-tanda panas berlebih atau mengeluarkan bau terbakar, motor tersebut harus segera dimatikan dan diperiksa oleh profesional yang berkualifikasi.
- Pemasangan dan Pembumian yang Tepat: Motor AC harus dipasang dan diarde dengan benar untuk memastikan keselamatan listrik. Motor harus dipasang sesuai dengan pedoman pabrikan, termasuk penyelarasan, pemasangan, dan penyambungan kabel listrik yang tepat. Pengardean yang memadai sangat penting untuk mencegah sengatan listrik dan memastikan pembuangan arus gangguan yang aman. Konduktor pengardean, seperti batang pengardean atau tali pengardean, harus dipasang dengan benar dan diperiksa secara berkala untuk menjaga integritasnya.
- Penanganan dan Pengangkatan yang Aman: Motor AC bisa berat dan memerlukan teknik penanganan dan pengangkatan yang tepat untuk mencegah cedera muskuloskeletal. Saat memindahkan atau mengangkat motor, peralatan seperti derek, kerekan, atau forklift harus digunakan, dan personel harus dilatih dalam praktik pengangkatan yang aman. Penting untuk menghindari pengerahan tenaga berlebihan dan menggunakan alat pengangkat yang tepat, seperti sling atau tali pengangkat, untuk mendistribusikan berat secara merata dan mencegah ketegangan atau cedera.
- Pelatihan dan Kesadaran: Pelatihan dan kesadaran yang tepat sangat penting untuk bekerja dengan aman dengan atau di sekitar motor AC. Pekerja harus menerima pelatihan tentang keselamatan listrik, prosedur penguncian/penandaan (lockout/tagout), penggunaan alat pelindung diri, dan praktik kerja yang aman. Mereka harus memahami bahaya spesifik yang terkait dengan motor AC dan memahami tindakan pencegahan keselamatan yang tepat. Pertemuan dan pengingat keselamatan secara berkala dapat membantu memperkuat praktik keselamatan dan menjaga keselamatan tetap menjadi prioritas utama bagi semua orang.
Penting untuk dicatat bahwa pertimbangan keselamatan yang disebutkan di atas adalah pedoman umum. Persyaratan keselamatan spesifik dapat bervariasi tergantung pada ukuran motor, tegangan, dan peraturan serta standar tempat kerja tertentu yang berlaku. Sangat penting untuk berkonsultasi dengan kode keselamatan, peraturan, dan praktik terbaik industri yang relevan untuk memastikan kepatuhan dan menjaga lingkungan kerja yang aman saat bekerja dengan atau di sekitar motor AC.

Apa itu motor AC, dan apa perbedaannya dengan motor DC?
Motor AC, juga dikenal sebagai motor arus bolak-balik, adalah jenis motor listrik yang beroperasi dengan arus bolak-balik. Motor ini mengubah energi listrik menjadi energi mekanik melalui interaksi medan magnet. Motor AC banyak digunakan dalam berbagai aplikasi, mulai dari peralatan rumah tangga hingga mesin industri. Berikut penjelasan rinci tentang apa itu motor AC dan bagaimana perbedaannya dengan motor DC:
Motor AC:
Motor AC terdiri dari dua komponen utama: stator dan rotor. Stator adalah bagian motor yang diam dan berisi gulungan stator. Gulungan ini biasanya terbuat dari kawat tembaga dan disusun dalam konfigurasi tertentu untuk menciptakan medan magnet berputar ketika dialiri arus bolak-balik. Rotor, di sisi lain, adalah bagian motor yang berputar dan biasanya terbuat dari inti baja berlapis dengan batang atau kumparan konduktor. Gulungan rotor dihubungkan ke poros, dan interaksinya dengan medan magnet berputar yang dihasilkan oleh stator menyebabkan rotor berputar.
Cara kerja motor AC didasarkan pada prinsip induksi elektromagnetik. Ketika kumparan stator diberi energi dengan catu daya AC, medan magnet yang berubah akan menginduksi tegangan pada kumparan rotor, yang kemudian menciptakan medan magnet. Interaksi antara medan magnet stator yang berputar dan medan magnet rotor menghasilkan torsi, menyebabkan rotor berputar. Kecepatan putaran bergantung pada frekuensi catu daya AC dan jumlah kutub pada motor.
Motor DC:
Motor DC, juga dikenal sebagai motor arus searah, beroperasi menggunakan arus searah. Tidak seperti motor AC, yang bergantung pada interaksi medan magnet untuk menghasilkan torsi, motor DC menggunakan prinsip komutasi untuk menghasilkan gerakan rotasi. Motor DC terdiri dari stator dan rotor, mirip dengan motor AC. Stator berisi gulungan stator, sedangkan rotor terdiri dari angker berputar dengan kumparan atau magnet permanen.
Pada motor DC, ketika arus searah dialirkan ke kumparan stator, medan magnet akan tercipta. Rotor, baik melalui penggunaan sikat dan komutator atau komutasi elektronik, akan sejajar dengan medan magnet dan mulai berputar. Arah arus pada kumparan rotor terus dibalik untuk memastikan putaran yang berkelanjutan. Kecepatan motor DC dapat dikontrol dengan menyesuaikan tegangan yang dialirkan ke motor atau dengan menggunakan metode kontrol kecepatan elektronik.
Perbedaan:
Perbedaan utama antara motor AC dan motor DC adalah sebagai berikut:
- Sumber Daya: Motor AC beroperasi menggunakan arus bolak-balik, yang merupakan catu daya standar di sebagian besar bangunan perumahan dan komersial. Motor DC, di sisi lain, membutuhkan arus searah dan biasanya memerlukan catu daya yang mengubah AC menjadi DC.
- Konstruksi: Motor AC dan motor DC memiliki konstruksi yang serupa dengan stator dan rotor, tetapi desain dan susunan gulungannya berbeda. Motor AC umumnya memiliki gulungan tiga fasa, sedangkan motor DC dapat memiliki gulungan armatur atau magnet permanen.
- Kontrol Kecepatan: Motor AC biasanya beroperasi pada kecepatan tetap yang ditentukan oleh frekuensi catu daya dan jumlah kutub. Motor DC, di sisi lain, menawarkan fleksibilitas lebih dalam pengendalian kecepatan dan dapat dengan mudah disesuaikan dalam rentang kecepatan yang luas.
- Efisiensi: Motor AC umumnya lebih efisien daripada motor DC. Motor AC dapat mencapai kepadatan daya yang lebih tinggi dan seringkali lebih cocok untuk aplikasi daya tinggi. Namun, motor DC menawarkan kontrol kecepatan yang lebih baik dan umumnya digunakan dalam aplikasi yang membutuhkan pengaturan kecepatan yang presisi.
- Aplikasi: Motor AC banyak digunakan dalam aplikasi seperti mesin industri, sistem HVAC, pompa, dan kompresor. Motor DC banyak digunakan dalam robotika, kendaraan listrik, hard drive komputer, dan peralatan rumah tangga kecil.
Kesimpulannya, motor AC dan motor DC berbeda dalam sumber daya, konstruksi, kontrol kecepatan, efisiensi, dan aplikasinya. Motor AC bergantung pada interaksi medan magnet dan beroperasi pada arus bolak-balik, sedangkan motor DC menggunakan komutasi dan beroperasi pada arus searah. Setiap jenis motor memiliki keunggulannya masing-masing dan cocok untuk aplikasi yang berbeda berdasarkan faktor-faktor seperti kebutuhan daya, kebutuhan kontrol kecepatan, dan pertimbangan efisiensi.


editor by CX 2024-04-13