Deskripsi Produk

General Information:
The SXDJ is applied for ex-work and after maintaining testing on AC motor, DC motor and variable frequency motor with which capacity of 0-10000kW and voltage degree 0-10kV.
The system is integrated with industry PC, power source system, controlling system, sensor, signal adjusting module, data sampling hardware & software, numerical computing software, graphical display & operation software, test report generating, waveform & measuring results storage and printing software.  

Features:
Fully English interface, auto printing, easy to operate.
Motor AC CHINAMFG testing part is portably designed, easy to move.
For HV motor of capacity 630kW-9000kW, voltage 6kV-10000V, it is needed to be equipped with 10kV booster, 10kV HV CT/PT and etc. 

Specification:

Main Testing Items:
 
Electric Strength
Measuring condition
Resistansi Isolasi
Cold Resistance
Low Starting Current
Locked-rotor Current
No-Load Power
No-Load Current
Leakage Current
Turn-To-Turn Insulation

Partial of Specification for reference using only:

General Information.

This system is mainly applied for the routine testing on 300KW 3 phase motor.
The system is consisted by 2 parts:

  • Front power source

With 300kW regulator and 300kW transformer as frond system power source.

  • Measuring control.

System measuring control part adopts high-precision electrical parameters test unit to meet the precision electrical measurement requirements on various models/levels motors.

  • Main components using CHINAMFG brands

System features:

  • To complete the 300kW /110V/240V/415V motor no-load test, no-load loss, three-phase voltage unbalance test, DC winding resistance test, turn-to-turn voltage withstand test, insulation resistance and power frequency voltage withstand test.
  • Measurement parameters display, measurement parameters menu display, parameter setting.
  • All the test data can be displayed and printed out.
  • High quality SCM processor, unique scientific algorithms for data computing and processing, analog-digital conversion using high-speed fast A/D converter, the analog signal conditioning also uses the current advanced processing technology, TO provide the necessary conditions for the high performance, high precision and high reliability of the system.
  • PLC & manual controlled. The multilevel menu can guide you complete the test step by step.
  • Fully English interface, easy to operate.

 
Please contact us for more details. Thank you!

  /* 22 Januari 2571 19:08:37 */!function(){function s(e,r){var a,o={};try{e&&e.split(“,”).forEach(function(e,t){e&&(a=e.match(/(.*?):(.*)$/))&&1

Jenis: Strength Testing Machine
Maxcapacity: <1000KN
Accuracy Grade: 0.5
Load Way: Electronic Load
Loading Method: Dynamic Load
Display: Digital
Kustomisasi:
Tersedia

|

motor induksi

Faktor apa saja yang perlu dipertimbangkan saat memilih motor AC untuk aplikasi tertentu?

Saat memilih motor AC untuk aplikasi tertentu, beberapa faktor perlu dipertimbangkan untuk memastikan motor tersebut memenuhi persyaratan dan berkinerja optimal. Berikut adalah faktor-faktor utama yang perlu dipertimbangkan:

  1. Persyaratan Daya: Tentukan kebutuhan daya aplikasi, termasuk torsi dan kecepatan yang diperlukan. Motor harus memiliki daya keluaran yang memadai untuk memenuhi tuntutan tugas tertentu. Pertimbangkan faktor-faktor seperti torsi awal, torsi berjalan, dan rentang kecepatan untuk memastikan motor dapat menangani beban secara efektif.
  2. Jenis Motor: Terdapat berbagai jenis motor AC, termasuk motor induksi, motor sinkron, dan motor DC tanpa sikat. Setiap jenis memiliki karakteristik dan keunggulannya masing-masing. Pertimbangkan persyaratan aplikasi dan faktor-faktor seperti kontrol kecepatan, efisiensi, dan torsi awal untuk menentukan jenis motor yang paling sesuai.
  3. Kondisi Lingkungan: Evaluasilah kondisi lingkungan tempat motor akan beroperasi. Faktor-faktor seperti suhu, kelembapan, debu, dan tingkat getaran dapat memengaruhi kinerja dan umur pakai motor. Pilihlah motor yang dirancang untuk tahan terhadap kondisi lingkungan spesifik dari aplikasi tersebut.
  4. Batasan Ukuran dan Ruang: Pertimbangkan ruang yang tersedia untuk pemasangan motor. Pastikan dimensi fisik motor, termasuk panjang, diameter, dan susunan pemasangannya, sesuai dengan ruang yang tersedia. Selain itu, pertimbangkan berat motor jika perlu dipasang atau dipindahkan.
  5. Efisiensi: Efisiensi energi merupakan pertimbangan penting, karena dapat memengaruhi biaya operasional dan keberlanjutan lingkungan. Carilah motor dengan peringkat efisiensi tinggi, yang menunjukkan bahwa motor tersebut mengubah energi listrik menjadi energi mekanik dengan kehilangan energi minimal. Motor hemat energi dapat menghasilkan penghematan biaya dan mengurangi dampak lingkungan selama masa pakai motor.
  6. Persyaratan Kontrol dan Kecepatan: Tentukan apakah aplikasi tersebut memerlukan kontrol kecepatan yang presisi atau apakah motor dengan kecepatan tetap sudah cukup. Jika kontrol kecepatan variabel diperlukan, pertimbangkan motor yang dapat dikontrol dengan mudah menggunakan penggerak frekuensi variabel (VFD) atau mekanisme kontrol kecepatan lainnya. Untuk aplikasi yang memerlukan operasi kecepatan tinggi, pilih motor yang dapat mencapai rentang kecepatan yang diinginkan.
  7. Pemeliharaan dan Kemudahan Servis: Evaluasilah persyaratan perawatan dan kemudahan servis motor. Pertimbangkan faktor-faktor seperti aksesibilitas komponen motor, kemudahan perawatan, ketersediaan suku cadang, dan reputasi pabrikan dalam hal keandalan dan dukungan pelanggan. Motor yang mudah dirawat dan diservis dapat membantu meminimalkan waktu henti dan biaya perbaikan.
  8. Anggaran: Pertimbangkan batasan anggaran untuk pemilihan motor. Seimbangkan fitur dan kinerja yang diinginkan dengan anggaran yang tersedia. Dalam beberapa kasus, investasi pada motor yang lebih berkualitas dan efisien sejak awal dapat menghasilkan penghematan biaya jangka panjang karena pengurangan konsumsi energi dan kebutuhan perawatan.

Dengan mempertimbangkan faktor-faktor ini secara cermat, dimungkinkan untuk memilih motor AC yang sesuai dengan persyaratan spesifik aplikasi, sehingga memastikan kinerja, efisiensi, dan keandalan yang optimal.

motor induksi

Apa saja pertimbangan keselamatan saat bekerja dengan atau di sekitar motor AC?

Bekerja dengan atau di sekitar motor AC memerlukan perhatian cermat terhadap keselamatan untuk mencegah kecelakaan, cedera, dan bahaya listrik. Berikut beberapa pertimbangan keselamatan penting yang perlu diingat:

  • Bahaya Listrik: Motor AC beroperasi pada sistem listrik tegangan tinggi, yang menimbulkan bahaya listrik yang signifikan. Sangat penting untuk mengikuti prosedur penguncian/penandaan yang tepat saat mengerjakan motor untuk memastikan bahwa motor tersebut telah dimatikan dan tidak dapat menyala secara tidak sengaja. Hanya personel yang berkualifikasi yang boleh melakukan pekerjaan listrik pada motor, dan mereka harus menggunakan peralatan pelindung diri (APD) yang sesuai, seperti sarung tangan berinsulasi, kacamata pengaman, dan pelindung percikan api, untuk melindungi diri mereka dari sengatan listrik dan insiden percikan api.
  • Bahaya Mekanis: Motor AC sering menggerakkan peralatan mekanis, seperti pompa, kipas, atau konveyor, yang dapat menimbulkan bahaya mekanis. Saat bekerja pada atau di dekat motor, sangat penting untuk mewaspadai bagian yang berputar, sabuk, puli, atau kopling yang dapat menyebabkan cedera akibat terjepit atau tertindih. Pelindung dan penghalang keselamatan harus dipasang untuk mencegah kontak yang tidak disengaja dengan bagian yang bergerak, dan prinsip pengamanan mesin yang tepat harus diikuti. Prosedur penguncian/penandaan (lockout/tagout) juga harus diterapkan pada peralatan mekanis terkait untuk memastikan peralatan tersebut dimatikan dengan aman selama perawatan atau perbaikan.
  • Bahaya Kebakaran dan Panas: Motor AC dapat menghasilkan panas selama beroperasi, dan dalam beberapa kasus, panas berlebih dapat menimbulkan bahaya kebakaran. Penting untuk memastikan bahwa motor memiliki ventilasi yang memadai untuk menghilangkan panas dan mencegah panas berlebih. Penutup motor dan sistem pendingin harus diperiksa secara berkala untuk memastikan fungsinya berjalan dengan baik. Selain itu, bahan yang mudah terbakar harus dijauhkan dari motor untuk mengurangi risiko kebakaran. Jika motor menunjukkan tanda-tanda panas berlebih atau mengeluarkan bau terbakar, motor tersebut harus segera dimatikan dan diperiksa oleh profesional yang berkualifikasi.
  • Pemasangan dan Pembumian yang Tepat: Motor AC harus dipasang dan diarde dengan benar untuk memastikan keselamatan listrik. Motor harus dipasang sesuai dengan pedoman pabrikan, termasuk penyelarasan, pemasangan, dan penyambungan kabel listrik yang tepat. Pengardean yang memadai sangat penting untuk mencegah sengatan listrik dan memastikan pembuangan arus gangguan yang aman. Konduktor pengardean, seperti batang pengardean atau tali pengardean, harus dipasang dengan benar dan diperiksa secara berkala untuk menjaga integritasnya.
  • Penanganan dan Pengangkatan yang Aman: Motor AC bisa berat dan memerlukan teknik penanganan dan pengangkatan yang tepat untuk mencegah cedera muskuloskeletal. Saat memindahkan atau mengangkat motor, peralatan seperti derek, kerekan, atau forklift harus digunakan, dan personel harus dilatih dalam praktik pengangkatan yang aman. Penting untuk menghindari pengerahan tenaga berlebihan dan menggunakan alat pengangkat yang tepat, seperti sling atau tali pengangkat, untuk mendistribusikan berat secara merata dan mencegah ketegangan atau cedera.
  • Pelatihan dan Kesadaran: Pelatihan dan kesadaran yang tepat sangat penting untuk bekerja dengan aman dengan atau di sekitar motor AC. Pekerja harus menerima pelatihan tentang keselamatan listrik, prosedur penguncian/penandaan (lockout/tagout), penggunaan alat pelindung diri, dan praktik kerja yang aman. Mereka harus memahami bahaya spesifik yang terkait dengan motor AC dan memahami tindakan pencegahan keselamatan yang tepat. Pertemuan dan pengingat keselamatan secara berkala dapat membantu memperkuat praktik keselamatan dan menjaga keselamatan tetap menjadi prioritas utama bagi semua orang.

Penting untuk dicatat bahwa pertimbangan keselamatan yang disebutkan di atas adalah pedoman umum. Persyaratan keselamatan spesifik dapat bervariasi tergantung pada ukuran motor, tegangan, dan peraturan serta standar tempat kerja tertentu yang berlaku. Sangat penting untuk berkonsultasi dengan kode keselamatan, peraturan, dan praktik terbaik industri yang relevan untuk memastikan kepatuhan dan menjaga lingkungan kerja yang aman saat bekerja dengan atau di sekitar motor AC.

motor induksi

Bisakah Anda menjelaskan prinsip kerja dasar motor AC?

Motor AC beroperasi berdasarkan prinsip induksi elektromagnetik. Motor ini mengubah energi listrik menjadi energi mekanik melalui interaksi medan magnet. Prinsip kerja dasar motor AC meliputi langkah-langkah berikut:

  1. Motor AC terdiri dari dua komponen utama: stator dan rotor. Stator adalah bagian motor yang diam dan berisi gulungan stator. Rotor adalah bagian motor yang berputar dan terhubung ke poros.
  2. Ketika arus bolak-balik (AC) dialirkan ke kumparan stator, hal itu menciptakan medan magnet yang berubah-ubah.
  3. Perubahan medan magnet menginduksi tegangan pada gulungan rotor, yang berupa batang konduktif yang dihubung pendek atau kumparan.
  4. Tegangan induksi pada kumparan rotor menciptakan medan magnet di dalam rotor.
  5. Medan magnet rotor berinteraksi dengan medan magnet berputar stator, menghasilkan gaya torsi.
  6. Gaya torsi menyebabkan rotor berputar, mentransfer energi mekanik ke poros yang terhubung.
  7. Putaran rotor terus berlanjut selama catu daya AC diberikan ke kumparan stator.

Prinsip kerja dasar ini berlaku untuk berbagai jenis motor AC, termasuk motor induksi dan motor sinkron. Namun, konstruksi dan desain spesifik motor dapat bervariasi tergantung pada jenis dan aplikasi yang dimaksud.

China Best Sales AC/DC Motor Test Bench Manufacturer with Ilac Approval   vacuum pump	China Best Sales AC/DC Motor Test Bench Manufacturer with Ilac Approval   vacuum pump
editor by CX 2024-03-28